MAJALAH ISTIQOMAH

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat, kita sama-sama memahami bahwa jodoh, mati dan rezeki telah diatur oleh-Nya. Sang Maha Cinta telah memilihkan dengan tepat bersama siapa kita akan bersanding. Begitu pun dengan rezeki, telah dibagi secara adil sesuai dengan kebutuhan kita. Dan kematian, telah tertulis sebelum kita dilahirkan.

Memang tidak mudah, ketika kita harus terpisah dengan sang belahan jiwa. Terlebih karena dia harus pulang lebih dulu kepada-Nya. Setegar apapun hati kita menerima takdir-Nya, rasa kehilangan itu tak bisa ditepis. Setelah itu, pilihannya hanya ada dua. Pertama, mau terus-terusan meratapi takdir. Atau yang kedua, bangkit dan melanjutkan hidup.

Ketika keputusan itu jatuh pada pilihan yang kedua, selanjutnya kita akan dihadapkan dengan kenyataan hidup. Mau tetap sendiri membesarkan sang buah hati, atau mencari pengayom penggati. Tak ada yang buruk dari dua hal tersebut. Semua kembali pada kita yang menjalani.

Semua tentang pergolakan batin pasca kehilangan telah diramu oleh tim redaksi dalam Rubrik Laporan Utama, yang bertajuk “Single Parent? Kenapa Tidak”. Tak berhenti sampai di situ, dalam Rubrik Hijrahku, tim redaksi mencoba menceritakan kisah seorang muslimah yang memutuskan berhijrah setelah menemukan surga dalam diri ayahnya. Selebihnya, info yang tak kalah menarik dan berbobot, juga telah redaksi susun.

Semoga dapat menambah khasanah berpikir kita dalam menjalankan tugas dan fungsi kita sebagai hamba Allah. Selamat Hari Ibu. {}

Untuk memiliki majalah ini, Anda bisa menghubungi kami via halaman KONTAK atau hubungi kami di (031) 8912324 | 0851 0066 2424. Untuk e-magz, Anda bisa download di: Majalah Istiqomah edisi Desember 2018.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh