lazdau-Agar Hidup Tak Stres 01 Apr, 2021

Agar Hidup Tak Stres

Sampai maut menjemput, setiap manusia pasti akan menghadapi ujian demi ujian. Dalam menghadapi ujian, sebagian berhasil mengatasinya dan sebagian gagal. Bagi yang tak berhasil, ada yang kemudian stres. Maka, terkait ini, tentu kita ingin lulus di saat menghadapi ujian, agar–antara lain-terhindar dari stres.

Irama Hidup

Berbagai ujian pasti ada. Perhatikan ayat ini: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan ‘Kami beriman’, sedangkan mereka tak diuji lagi?” (QS Al-Ankabuut [29]: 2). Bahkan, para Nabi dan Rasul juga tak sepi dari ujian. Intinya, semakin Allah mencintai seseorang maka ujian kepadanya akan bertambah berat.

          Banyak yang beranggapan bahwa ujian itu hanya terkait hal-hal yang tak enak saja. Padahal, hal yang sebaliknya juga ujian. Penderitaan dan kegembiraan, keduanya ujian. Keburukan dan kebaikan, keduanya akan tetap ada, sebagai ujian. Perhatikan ayat ini: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan” (QS Al-Anbiyaa’ [21]: 35).

Mungkin karena tak paham dengan hakikat ujian, maka terjadilah diskriminasi terhadap “pemberian” Allah. Jika datang nikmat kita bergembira, tapi jika datang musibah berkeluh-kesah. Perhatikan ayat ini: “Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat pada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan oleh kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus-asa” (QS Ar-Ruum [30]: 36).

          Manusia gampang lupa, termasuk ketika merasa telah terlepas dari suatu masalah. Setelah badai dirasa telah berlalu, sebagian manusia lupa bahwa sebelumnya mereka telah memohon kepada Allah. Perhatikan ayat ini: “Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalan yang sesat), seolah-olah ia tak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah, orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan” (QS Yunus [10]: 12).

Sikap yang benar, selalu berusaha agar dalam keadaan apapun–susah ataupun senang-istiqomah berdekat-dekat dengan Allah. Perhatikan hadits ini: “Dekatkanlah dirimu kepada Allah di saat senang, maka niscaya Allah mendekatimu jika susah” (HR Muslim).

          Bandul kehidupan manusia selalu bergerak ke dua arah yang tetap. Pertama, seseorang mendapat ujian berupa kegembiraan. Kedua, seseorang mendapat cobaan berupa penderitaan. Bagaimanakah kiat menghadapinya? Perhatikan hadits ini: “Ada keajaiban yang dimiliki orang beriman, yaitu bahwa sesungguhnya semua persoalannya serba baik. Hal itu hanya dimiliki oleh orang yang beriman. Apabila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan hal itu menambah kebaikan (pahala) baginya. Namun, bila ia ditimpa bencana / musibah, ia-pun akan tabah / sabar dan itu berarti kebaikan (pahala) baginya” (HR Muslim).

          Tampak, bahwa resep menghadapi ujian hidup itu sederhana. Pertama, jika mendapat kesenangan kita harus bersyukur. Ada contoh menarik! Jika Rasulullah Saw shalat maka sangat lama saat beliau berdiri, sehingga kakinya bengkak. Aisyah Ra lalu bertanya, “Mengapa engkau sampai demikian? Bukankan dosa-dosa engkau telah diampuni, baik yang lalu maupun yang akan datang?” Rasulullah Saw menjawab: “Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?”

Dari riwayat tersebut, justru karena mendapat (banyak) nikmat dari Allah maka kita harus lebih banyak bersyukur. Jika itu dilakukan, Allah akan menambah nikmat-Nya. Perhatikan ayat ini: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim [14]: 7).

          Kedua, jika kita menerima ujian / cobaan, bersabarlah. Perhatikan ayat ini: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS Al-Baqarah [2]: 155). Sikap sabar akan sempurna jika dibersamai dengan shalat. “Hai orang–orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS Al-Baqarah [2]: 153).

Oleh M. Anwar Djaelani

         

 

0 Komentar

Leave a comment