lazdau-PEMUDA 24 Sep, 2021

PEMUDA

Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. (Qs. Al Kahfi 13)

Dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah/Markaz Ta'dzhim al-Qur'an dinyatakan, ”Hai Rasulullah, Kami menceritakan kepadamu kisah agung mereka dengan benar; mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah keteguhan mereka di atas kebenaran dan kami kuatkan hati mereka dengan keimanan dan ketentraman, ketika mereka menyelisihi kaum mereka yang kafir dengan berkata, “Tuhan yang kami sembah adalah yang telah menciptakan tujuh langit dan bumi, kami tidak akan menyekutukan-Nya dengan tuhan-tuhan lain; sungguh jika kami menyembah selain-Nya maka kami telah berpaling jauh dari kebenaran.”

Keberadan pemuda dimana saja berada, untuk bangsa dan Negara mana saja sangat diidamkan. Idaman pemuda saat ini bukan hanya karena kepintarannya atau body yang atletis. Sesungguhnya pemuda yang diidamkan adalah pemuda yang kuat pendirian akan harga dirinya. Pemuda yang tak terbuai dengan gemerlap dunia hura-hura dan hanya mengandalkan kekuasaan seniornya.

Pemuda idaman, adalah pemuda yang kuat dan tangguh imannya kepada Allah ta’ala. Karena ketika pemuda itu mempunyai sandaran keimanan, maka karakternya menjadi kuat. Jiwanya menjadi kekar dan tangguh menghadapi berbagai persoalan. Pemuda yang mampu menyelesaikan persoalan dengan kesungguhan iman yang dimilikinya.

Mari kita ambil, kisah Ashabul Kahfi memiliki mutiara hikmah yang tak lekang hingga akhir zaman. Allah SWT dapat menjadikan gua yang notabene tempat sempit di mana seseorang tidak bisa berlama-lama tinggal di dalamnya sebagai tempat tidur para pemuda beriman, bahkan hingga ratusan tahun. 

Allah menginginkan agar manusia menyadari, gua sempit menurut pemikirannya bisa menjadi lapang berdasarkan kuasa-Nya. Anugerah Tuhan membuat tempat sesempit itu terasa luas dan lapang sehingga mereka bisa leluasa di dalamnya. 

Secara garis besar, kisah Ashab al-Kahf mengajarkan kepada kaum Muslimin tentang pentingnya memanfaatkan masa muda untuk berjuang di jalan Allah. Seorang pemuda Muslim mesti menyadari peran sebagai tunas harapan umat yang akan meneruskan dakwah tauhid di masa depan.

Oleh karena itu, tidak ada kecenderungan untuk membuang-buang waktu dengan perbuatan yang sia-sia. Seperti halnya para penghuni gua, kualitas utama yang semestinya dimiliki mereka adalah, pertama, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. (A. Zakki)



 

0 Komentar

Leave a comment